Senin, 10 Juli 2017

PRINSIP ANIMASI



            Prinsip animasi adalah prinsip dasar yang wajib difahami oleh pembuat animasi(animator) guna mengetahui bagaimana sebuah animasi dapat “hidup”  dan terlihat alami.
            Fungsi Utama dari Prinsip – prinsip Dasar Animasi adalah agar setiap animasi yang dibuat kelihatan menarik, dramatis, dengan gerakan yang alami. Pada dasarnya prinsip animasi adalah teori dasar fisika yang di aplikasikan pada animasi karakter. Namun secara spesifik bisa di artikan sebagai teori dasar yang wajib dimiliki oleh animator menghidupkan karakter animasinya
            Prinsip animasi pertama kali diperkenalkan oleh animator pencipta Walt Disney bernama Frank Thomas dan Ollie Jonhston pada tahun 1930. Prinsip animasi tersebut muncul karena Sekawan Frank Thomas dan Ollie Johnston mempunyai semangat untuk meneliti dan mengembangkan karya seni baru saat mereka masih muda.
            Berikut 12 prinsip animasi :
 1.      Squash and Strecth
Penambahan efek lentur pada objek sehingga seolah-olah ‘memuai’ atau ‘menyusut’ sehingga memberikan fek gerak yang lebuh hidup..penerapan squash dan stretch pada benda hidup akan memberikan ‘enhancement’ sekaligus efek dinamis tertentu. Sedangkan pada benda mati penerapannya akan membuat benda tampak seperti benda hidup. 
2.      Anticipation
Persiapan sebelum aksi, yang diikuti oleh sebuah aksi kemudia penyelesaian aksi tersebut. Sebagai contoh sebuah animasi dengan gerakan seseorang yang bangkit dari duduk harus membungkukan badannya terlebih dahulu sebelum benar-benar berdiri. 
3.  Staging
Staging berfungsi sebagai mengarahkan perhatian audience pada cerita ata ide yang dibuat. Dalam hal ini kartun digambarkan menjadi sebuah shot yang mencakup angel, framin, dan scane leght.
4. Straight ahead and pose to pose
Dari sisi resource dan pengerjaan, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membuat animasi:
a.       Straight ahead : membuat animasi dengan cara animator menggambar satu per satu, frame by frame dari awal hingga seorang diri
b.      Pose to pose : pembuatan animasi oleh animator dengan cara menggambar hanya pada keyframe saja, selanjutnya in-between atau interval antar keyframe digambar oleh animator lain. 
      5.    Follow Through and Overlapping Action
Pada saat tubuh karakter animasi berhenti dari suatu arah gerakan tertentu secara tiba-tiba. Misalnya : rambut yang dikibas, belalai gajah, baju dan ekor yang panjang.    
      6.   Slow In and Slow out
            Adalah gerakan diperlambat atau gerakan dipercepat
      7.  Archs (Kelengkungan)
Semua gerakan dalam animasi selalu berupa gari lengkung(kecuali gerakan mekanik suatu peralatan). Dalam hal ini garis lengkung ini dibuat secara alami, misalnya gerkaan tangan, gerakan bola mata, gerakan sendi tangan yang terbatas.
8. Secondary Action
Gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat gerakan utama agar animasi tampak lebih realistik. Misalnya gerakan lengan yang sedang
Mengayun dengan gerakan jari-jarinya.
9. Timing
Menetukan waktu kapan sebuah gerakan akan dilakukan. Gambar yang jumlahnya banyak akan menghasilkan gerakan lambat dan halus. Gambar yang jumlahnya sedikit akan menghasilkan gerakan lebih cepat dan kasar.
10. Exaggration
Gerakan pengembangan dari gerakan norma dan bersifat berlebihan atau upaya untuk mendukung suatu animasi dalam bentuk rekayasa gambar, musik atau latar belakang yang bersifat hiperbolis.
11. Solid Drawing
Gerakan animasi dengan memandang animasi dalam 2 dimensi sehingga memiliki unsur 3 dimensi dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mislanya pencahayaan untuk membentuk gradasi gelap terang suatu tokoh agar tidak terlihat kaku dan tampak 3 dimensi.
12. Appeal
Prinsip untuk membuat suatu karakter animasi mempunya nilai personality tertentu, dalam hal ini seorang tokoh periang tentu memiliki mata dan pergerakan yang berbeda dengan toko yang pemurung atau pemalu.